Hai lagi!, ok di pelajaran pertama ini saya ingin mengetengahkan tangganada pentatonic sebagai topik pelajaran kita yang pertama.
Seperti yang kita ketahui saat ini terdapat berbagai macam tangganada di dunia ini, tiap-tiap suku bangsa di dunia ini memiliki tangganadanya sendiri dan tentu saja warna musiknya sendiri. Namun untuk pemahaman musik barat sendiri (seperti yang kita anut di negara kita sampai saat ini (tanda kita selalu terjajah, hahahaha)) klasifikasinya hanya dibagi menjadi 2, yaitu diatonis dan pentatonis. Namun dalam khasanah budaya musik barat sendiri terdapat juga berbagai tangganada lain yang disebut modus (akan kita bahas lebih jauh nanti).
Baik!, balik lagi ke pentatonic, pentatonic sendiri merupakan susunan tangganada yang terdiri dari 5 nada yaitu nada ke 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 5 (sol), dan 6 (la), atau dalam hal ini apabila kita menggunakan rumpun tangganada C mayor maka nada yang digunakan adalah C, D, E, G, dan A (afalin yaw….
).
Sekarang kita beralih ke fingerboard pada gitar. Sepanjang perjalanan saya mempelajari musik dan bermain gitar sebagai instrumen musik (mayor) pilihan saya, saya melihat satu kecenderungan setiap orang yang belajar untuk memainkan gitar pada awalnya selalu menghafalkan jarak-jarak / posisi (mungkin bisa kita sebut juga skala) fretboard pada gitar. Maka berdasarkan hal itu saya akan memulai pelajaran ini dengan pembagian posisi tangganada pentatonic pada fretboard gitar. Sebelumnya tidak lupa saya informasikan kita menggunakan stem atau tuning gitar standar yaitu (dimulai dari senar paling bawah) ; E, B, G, D, A, E. Untuk posisi pertama kita akan mulai pada senar nomor enam pada fret ke III pada gitar yaitu nada G (posisi pertama ini juga umum disebut sebagai posisi III).
